Mengatasi Rasa Cemas saat Berobat Gigi dengan Musik

Bagi beberapa orang, melakukan perawatan gigi merupakan suatu hal yang menegangkan. Suasana yang asing dan banyaknya peralatan kedokteran gigi dapat memicu rasa cemas saat berobat ke dokter gigi. Rasa cemas yang dirasakan sangat erat hubungannya dengan persepsi pasien mengenai rasa nyeri, sehingga diperlukan suatu usaha untuk mengurangi rasa cemas dan membuat pasien menjadi lebih rileks.

Menurut Bergenholtz (2003) dalam bukunya yang berjudul Textbook of Endodontology, kecemasan merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat mempengaruhi persepsi kita mengenai rasa nyeri loh, Dentalosophers. Kecemasan pasien memberikan efek negatif terhadap prosedur perawatan yang akan dilakukan. Pada banyak kasus, rasa cemas tidak hanya menurunkan ambang rasa nyeri, menyebabkan zat penghambat rasa nyeri tidak disekresikan/ dikeluarkan, tetapi juga dapat membuat pasien merasakan nyeri yang sebenarnya tidak benar-benar dirasakan. Dengan kata lain, pasien yang tegang dan cemas akan lebih banyak merasakan nyeri selama perawatan dibandingkan dengan pasien yang rileks, karena kecemasan menciptakan harapan akan rasa nyeri.

Musik dan bidang kedokteran ternyata memiliki keterkaitan yang cukup erat. Menurut beberapa ahli filsafat, sejarah, dan ilmuwan, musik dinyatakan memiliki sifat yang terapeutik (sifat yang menyembuhkan). Musik juga dikenal melalui penelitian sebagai fasilitas perangsang relaksasi non farmasi yang aman. Namun perlu diingat, bahwa efek positif musik dalam mengurangi kecemasan ditentukan oleh respons tiap pasien terhadap musik yang didengarnya, sehingga selera masing-masing pasien memegang peranan yang penting. 

Berikut adalah peranan musik dalam membantu mengurangi kecemasan:

  1. Musik dapat meningkatkan dan memperbaiki suasana hati (mood) karena musik mengurangi kecemasan, menurunkan tekanan darah, denyut jantung, dan kebutuhan oksigen pada pasien dalam ruang praktek
  2. Musik dapat meningkatkan produksi hormon endorfin (penghilang stress dan pereda rasa sakit), yang mampu mengurangi persepsi dan pengalaman nyeri, serta meningkatkan toleransi terhadap rasa nyeri
  3. Musik dikatakan sebagai ansiolitik (relaxing agent) untuk mengurangi gejala kecemasan
  4. Musik dapat menurunkan kadar hormon kortisol atau hormon stress di dalam air liur

Begitu banyak manfaat musik untuk membantu mengurangi rasa cemas dan tegang yang mungkin Dentalosophers rasakan saat hendak melakukan perawatan gigi. Maka dari itu, Ketika kamu merasa cemas, dengarkanlah musik yang dapat membuatmu rileks dan senang agar tetap tenang saat menjalani rangkaian perawatan gigi.

Jangan ragu untuk memberitahu kepada dokter gigi kalau kamu sedang mengalami kecemasan, sehingga dokter gigi akan berupaya untuk membuatmu selalu tenang dan rileks, yang salah satunya adalah dengan pemberian fasilitas musik sebelum, selama, dan sesudah perawatan gigi.

KESIMPULAN:

  1. Kecemasan merupakan salah satu faktor psikologis yang berdampak negatif, yaitu menurunkan ambang rasa nyeri dan menyebabkan zat penghambat rasa nyeri tidak dikeluarkan.
  2. Perasaan tegang dan cemas akan menyebabkan peningkatan rasa nyeri yang sebenarnya tidak benar-benar dirasakan.
  3. Musik dikenal melalui penelitian sebagai fasilitas perangsang relaksasi non farmasi yang aman dan memiliki sifat terapeutik
  4.  Manfaat mendengarkan musik untuk membantu mengurangi kecemasan:
    • Meningkatkan dan memperbaiki suasana hati (mood)
    • Meningkatkan produksi hormon endorfin (penghilang stress dan pereda rasa sakit)
    • Musik dikatakan sebagai ansiolitik (relaxing agent)
    • ¬†Menurunkan kadar hormon kortisol atau hormon stress di dalam air liur

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *